Ramadhan and Consumerism

Posted: September 19, 2008 in storm.in.the.brain
Tags: ,

Inspired by The Jakarta Post : Ramadhan and consumerism

Setiap bulan ramadhan, terutama mendekati hari lebaran, banyak sekali pusat perbelanjaan menawarkan diskon besar-besaran.

Bahkan di koran Kompas tanggal 18 September 2008 kemarin ada segmen tambahan tentang itu.

Media lain seperti TV dan Internet juga memberi pengaruh besar dalam terciptanya iklim konsumtif di bulan

(“itu” refer to belanja, diskon, harga sembako, etc related)  :p

Kenapa harus pas bulan ramadhan..??

Apa bulan ramadhan memang diperuntukkan buat belanja?

Apa kabar dengan misi meningkatkan kepekaan dan solidaritas sosial..??

Ask yourself :

mana yang lebih besar, pengeluaran untuk baju lebaran atau pengeluaran untuk sedekah/zakat/dll..??

Demi Allah, seharusnya kita malu..

Comments
  1. wennyaulia says:

    ini pasti bukan tulisan anto

    mana mungkin dia nulis beginian:mrgreen:

  2. DJoniE says:

    Klo menurut gw sih ini strategi pemasaran aja… Namanya orang kita (terutama wanita :D) klo liat diskon pasti matanya berbinar2…
    Lebih jelasnya tanya ama mbak Wenny tuh..

    @Wenny:
    Jangan gitu Wen… Anto tuh kritis kali… kritis mentalnya a.k.a rada gila😀

  3. primadianto says:

    wenny : lu kaya kebanyakan orang yang suka ngira gw collin farrel. Gw anto koq wen..

    jon : hooh emang, tapi mxd gw dari sisi qt as a consumer, g peduli meskipun lu punya mall ato warung sayur.. hihi..

  4. wennyaulia says:

    yaks…
    collin farrel dr gunung
    kalo collin farrel bener kan……………normal.

    nah elu????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s